Nama : Maria Ellsa Primayana
Kelas : XII IPA 5/ 31
*Wacana 4 : Baru Aku Tahu Namamu, Miyabi… Tapi, Aksimu?
Sanggahan :
Memang kedatangan Miyabi ke Indonesia terkesan sangat mengejutkan kita semua terutama karena latar belakang pekerjaan yang ditekuninya yaitu seorang bintang film porno. Namun tidakkah kita sebaiknya menanggapi masalah ini dengan kepala dingin dan mencari jalan keluarnya dengan berfikir positif tanpa perlu melakukan tindakan anarkis seperti berdemo. Kedatangan Miyabi ke Indonesia adalah untuk melakukan syuting film komedi bukan film porno. Jadi kita tidak perlu panik dan merasa resah terhadap kedatangan Miyabi ke Indonesia.
Selain itu, dalam menjalankan pekerjaannya sebagai bintang film porno ia lakukannya diluar negara kita. Perkara penonton terbanyak berasal dari Indonesia bukan merupakan kesalahan Miyabi. Untuk itu perlu ditumbuhkan rasa kesadaran dan malu kepada putera dan puteri Indonesia terhadap negara lain dengan “prestasi” yang mereka torehkan. Dalam hal ini, bukanlah Polisi yang harus bertindak melainkan BSF(Badan Sensor Film) yang harus benar-benar mengkaji ulang film ini yang melibatkan Miyabi sebagai pemerannya. Dan apabila film tersebut bermutu dan mempunyai pesan bagi kita semua kenapa tidak kita biarkan saja film tersebut dibuat yang terpenting Miyabi tidak membintangi film porno dinegara kita.
*Wacana 7 : Jangan Salahkan Qory Sandrioriva, Dia Hanyalah Korban….
Sanggahan :
Pada dasarnya ajang Puteri Indonesia diadakan untuk mengangkat harkat dan martabat puteri-puteri Indonesia yang memiliki 3B (Beauty,Brain,Behaviour). Kecantikan secara fisik merupakan salah satu syarat untuk ikut dalam ajang ini. Setiap puteri diharapkan dapat bekerja secara professional dan tetap menjaga penampilan apabila terpilih menjadi Puteri Indonesia termasuk Oory Puteri Indonesia 2009.
Oory pasti sudah mempuyai pertimbangan tersendiri terhadap keputusannya untuk melepas baju muslimah dalam mengikuti ajang Puteri Indonesia 2009. Biarlah itu menjadi urusan pribadi antara Oory dengan Tuhan. Apabila kita menghujat dan mengatai tentang perilaku Oory sebaiknya kita harus berkaca diri dan menyadari bahwa kita semua pernah melakukan kesalahan cuma bedanya tidak tersorot kedunia luar secara besar-besaran. Bukan berarti dengan menanggalkan pakaian muslimahnya, Oory melupakan Tuhannya. Selain itu, iman seseorang bukan hanya diukur melalui tindakan nyata secara fisik melainkan juga melalui hati yang hanya diketahui oleh orang itu sendiri.
Selasa, 27 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar